This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan

Februari 17, 2012

Lepaskan Depresi dengan Tertawa Lepas

SEDIKIT yang mengetahui bahwa bentuk kecil kebahagiaan seperti tertawa dapat mendorong perubahan positif dalam hidup, apakah itu pada tingkat emosional atau fisik.

Menurut pendapat salah seorang terapis tawa di India, Kishore Harkishandas Kuvavala, menyebutkan untuk mendapatkan manfaat dari tertawa paling tidak Anda harus mengalokasikan waktu setidaknya selama 10 menit untuk tertawa.

Anda pasti ingat bagaimana waktu kecil sepertinya Anda seringkali tertawa dalam sehari, begitu lepas. Berbeda dengan saat ini ketika beragam masalah mendera dan rutinitas menjadi salah satu faktor untuk tertawa saja menjadi sangat langka. Kesibukan membuat rasa humor orang sedikit berkurang.

Perlu diketahui, ketika kita tertawa, ada terjadi suatu perubahan kimia dalam tubuh. Tingkat kortisol (hormon stres) akan diturunkan oleh endorfin dan serotonins (hormon senang). Selain itu tertawa renyah berfungsi juga untuk memijat lembut organ internal tubuh seperti dalam rongga mulut.

Kuvavala menambahkan bahwa seseorang harus memulai hari mereka dengan mengatakan hal-hal positif dalam hatinya, sehingga memicu perasaan senang sepanjang hari. Tanamkanlah rasa humor yang tinggi, sehingga tekanan dari berbagai pihak tidak berubah menjadi depresi.

Source : mediaindonesia.com [February 17, 2012]

Bermain Game Membantu Sembuhkan Penyakit Mata

OTTAWA - Meskipun memiliki efek positif, bermain game biasanya selalu dikaitkan dengan segudang dampak negatif. Kali ini, sebuah penelitian terbaru mengungkap satu lagi dampak positif untuk pemainnya, terutama mereka yang menderita katarak.


Diwartakan Dailymail, Jumat (17/2/2012), bagi orang yang lahir dengan katarak, operasi dan lensa kontak tidak selalu bekerja sesuai yang diharapkan. Penderita pun mengalami kesulitan melihat sampai masa dewasanya.


Namun keadaan tersebut dapat dibuat lebih bila penderita mengikuti sebuah kursus pendek tentang game therapy. Pasalnya, menurut penelitian yang dilakukan oleh Daphne Mauer, psikolog dari McMaster University di Kanada, memainkan video game bisa meningkatkan daya penglihatan seseorang yang lahir dengan penyakit katarak.


"Setelah memainkan game action selama dengan takaran 40 jam sepekan, mata pasien berfungsi lebih baik saat digunakan melihat cetakan kecil, pergerakan titik, serta mengidentifikasi wajah," terangnya.


"Peningkatan ini, memberi tahu kita bahwa otak dewasa masih cukup plastis untuk dilatih mengatasi kelemahan sensor," tambahnya.


Sebelumnya, penelitian lain telah menemukan bahwa bermain game dengan takaran 40 jam sepekan bisa digunakan untuk mengobati mata malas atau amblyopia, yaitu kelainan otak yang mnghambat perkembangan penglihatan seseorang.


Penemuan Mauer tersebut akan dipresentasikan di American Association for the Advancement of Science di Vancouver, dalam sesi The Effects of Early Experience on Lifelong Functioning : Commitment and Resilience.

Source : www.lihatberita.com [February 17, 2012]

Februari 14, 2012

Fenomena Tidur "Ketindihan"

Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda tidak sedang diganggu makhluk halus.

Berdasarkan ilmu medis, keadaan itu disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Namun, banyak masyarakat menyebutnya 'erep-erep'. Masyarakat juga selalu mengaitkan kondisi ini karena ulah makhluk halus yang menindih tubuh kita.

Fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja. Setidaknya orang akan mengalaminya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Namun, Anda tak perlu khawatir, sleep paralysis biasanya tidak berbahaya.

Selama tidur, aktivitas dan otot-otot tubuh menjadi tidak bergerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan sementara. Bahkan kadang-kadang kelumpuhan tetap ada setelah orang terbangun. Biasanya, kelumpuhan tidur diikuti dengan halusinasi. Orang yang mengalami kelumpuhan tidur merasa seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak.

Ketika seseorang tidur, aktifitas otak mengalami dua hal berbeda, yang disebut tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM.

Non-REM selama tidur akan menghasilkan gerakkan selagi Anda tidur, seperti berbicara dalam tidur atau berjalan ketika tidur. Sedangkan REM akan mempengaruhi denyut jantung, laju respirasi dan tekanan darah ketika tidur.

Secara psikologis, sleep paralysis berhubungan dengan tidur di tahap REM, dimana setelah mengalami tidur REM, mata terbuka namun paralysis tetap bertahan.

Biasanya hal ini mengakibatkan halusinasi. Sleep paralysis terjadi sekitar 2-3 menit. Setelah otak dan tubuh berhubungan kembali, penderita dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Namun, memori dari sensasi yang mengerikan atau mimpi buruk biasanya dapat bertahan lama

Secara fisiologis, penyebab sleep paralysis belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, para psikologis memberikan gambaran umum mengenai penyebab terjadinya sleep paralysis, seperti kebiasaan tidur menghadap ke atas, pola tidur tak tentu, stress, dan perubahan mendadak pada lingkungan atau lifestyle.

Source : yahoo.com [February 14, 2012]